Get Gifs at CodemySpace.com

Rabu, 04 Januari 2012

Rise of the Planet of the Apes

Rise of the Planet of the Apes

Promotional poster
Directed by Rupert Wyatt
Produced by Peter Chernin
Dylan Clark
Rick Jaffa
Amanda Silver
Written by Rick Jaffa
Amanda Silver
Based on Premise suggested by La planète des singes by
Pierre Boulle
Starring James Franco
Freida Pinto
John Lithgow
Brian Cox
Tom Felton
Andy Serkis
Music by Patrick Doyle
Cinematography Andrew Lesnie
Editing by Conrad Buff
Mark Goldblatt
Studio 20th Century Fox
Dune Entertainment
Chernin Entertainment
Distributed by 20th Century Fox
Release date(s) August 5, 2011
Running time 105 minutes
Country United States
Language English
American Sign Language
Budget $93 million[1]
Box office $481,180,620[2]
Rise of the Planet of the Apes is a 2011 American science fiction drama film directed by Rupert Wyatt, starring James Franco and Andy Serkis. It is a reboot of the Planet of the Apes series, intended to act as a foundation with its own origin story for a new film series.[3] Its premise is similar to the fourth film in the original series, Conquest of the Planet of the Apes (1972), but it is not a direct remake in that it does not fit into that series' continuity. Following its release on August 5, 2011, the film became a critical and box office success.

[edit] Plot

Will Rodman (James Franco) is a scientist at biotechnology company Gen-Sys who has been trying to develop a cure for Alzheimer's disease and is testing a new gene therapy drug on chimpanzees. The drug, a modified virus, mutates the chimpanzees, giving them a human level of intelligence. A female chimp who believes her baby is being threatened goes on a rampage and is shot by security guards. Will's boss Steven Jacobs (David Oyelowo) subsequently orders chimp handler Robert Franklin (Tyler Labine) to euthanize the remaining test chimpanzees. Franklin cannot bring himself to kill the baby chimp and instead gives him to Will, who takes him home to raise.
Will's father Charles (John Lithgow), who is suffering from Alzheimer's disease, names the baby chimp "Caesar". Caesar (Andy Serkis) has inherited his mother's high intelligence and develops quickly. One day, after he frightens the children of their neighbor, Hunsiker (David Hewlett), and receives a cut on his leg, Will takes him to the San Francisco Zoo where primatologist Caroline Aranha (Freida Pinto) treats his injury. Will begins to take Caesar on excursions to the redwood forest at Muir Woods National Monument, but after an encounter with a family's German shepherd, Caesar begins to resent his status as a human "pet". When Caesar questions his identity, Will tells him that his mother and eleven other chimps were given "medicine" and that the reason for his intelligence is that the drug affected him while still in the womb. Caesar becomes more aware of his biological identity and begins to view himself as different from his human family.
A desperate Will tests a sample of his cure on his father. At first, his father's condition improves, but eventually his immune system fights off the virus and his dementia returns. Confused, he attempts to drive Hunsiker's car, thinking it is his own, and damages it, causing Hunsiker to lose his temper. Caesar witnesses the confrontation and attacks Hunsiker. He is subsequently removed from Will's house by authorities and held in the San Bruno Primate Shelter run by John Landon (Brian Cox), where he is treated cruelly by the other apes and the chief guard, Landon's son Dodge (Tom Felton). Caesar escapes from his cell and frees a gorilla kept in solitary confinement. With the gorilla's assistance, Caesar gains dominance over the other apes by beating the sanctuary's alpha chimp.
Will creates a more powerful form of the virus to resume treating his father, and Jacobs clears its testing on chimpanzees, which further increases their intelligence. However, unbeknownst to the scientists, it is fatal to humans. Franklin is exposed to the new virus and begins sneezing blood. Attempting to contact Will at his home, he accidentally infects Hunsiker, and is later discovered dead in his apartment. Will attempts to warn Jacobs against further testing but when Jacobs refuses to listen, Will quits his job.
After Charles' death, Will bribes the elder Landon into releasing Caesar into his custody, but Caesar refuses to leave. He later escapes from the ape facility on his own and returns to Will's house, where he steals canisters of the new virus and releases it throughout the cage area at the facility, enhancing the intelligence of his fellow apes. The apes put an escape plan into motion. Dodge attempts to intervene, leading to a fight with Caesar. Caesar shocks Dodge by shouting "No!" at him, and later kills him through electrocution. The liberated apes storm the city and release the remaining apes from Gen-Sys, as well as the entire ape population from a zoo.
The apes force their way past a CHP blockade on the Golden Gate Bridge and escape into the redwood forest. Jacobs, aboard a helicopter, falls to his death after the helicopter crashes and one of the apes kicks it off the bridge. Will arrives and warns Caesar that the humans will hunt them down, and begs him to return home. Caesar tells Will that he "is home" among his fellow apes. The final image shows the apes climbing to the tops of the redwood trees, looking out over the San Francisco Bay.
In the post-credits scene, Hunsiker, an airline pilot, arrives at work, infected by the virus. The camera pans to a filled flight-status display board, then fades into a stylized flight map animated with blooming trajectories implying the worldwide spread of a global pandemic.

AMSTERDAM

Amsterdam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Amsterdam
—  Munisipalitas/kota  —
Dari kiri ke kanan dan atas ke bawah: Rijksmuseum Amsterdam, Patung di Vondelpark, Keizersgracht, Zuiderkerk, Istana Kerajaan (Amsterdam), ING House

Bendera

Lambang
Nama lain: Mokum, Venesia di Utara
Motto: Heldhaftig, Vastberaden, Barmhartig
(Berani, Tegar, Penyayang)
Letak kota Amsterdam
Koordinat: 52°22′23″N 4°53′32″EKoordinat: 52°22′23″N 4°53′32″E
Negara Belanda
Provinsi Holland Utara
COROP Amsterdam
Borough Borough
Pemerintahan
 - Walikota Eberhard van der Laan (Partai Buruh)
 - Aldermen Lodewijk Asscher
Eric van der Burg
Andrée van Es
Carolien Gehrels
Freek Ossel
Maarten van Poelgeest
Eric Wiebes
 - Sekretaris Henk de Jong
Luas[1][2]
 - Munisipalitas/kota 219 km2
 - Daratan 166 km2
 - Perairan 53 km2
 - Metro 1.815 km2
Ketinggian[3] 2 m
Populasi (31 December 2010)[4][5]
 - Munisipalitas/kota 780.152
 Kepadatan 3.506/km²
 Perkotaan 1.209.419
 Metro 2.158.592
 - Demonim Amsterdammer
Zona waktu CET (UTC+01)
 - Musim panas (DST) CEST (UTC+02) (UTC)
Kode pos 1011–1109
Kode area telepon 020
Situs web www.amsterdam.nl
Amsterdam ( /ˈæmstərdæm/; bahasa Belanda [ˌɑmstərˈdɑm]  ( dengarkan)) adalah kota terbesar sekaligus ibu kota Belanda. Posisi Amsterdam saat ini sebagai ibu kota Kerajaan Belanda diatur oleh konstitusi 24 Agustus 1815 dan penerusnya.[6] Amsterdam memiliki jumlah penduduk sebanyak 783.364 jiwa di dalam batas kota, populasi perkotaan 1.209.419 jiwa dan populasi metropolitan 2.158.592 jiwa.[7] Kota ini terletak di provinsi Holland Utara di sebelah barat negara ini. Wilayah Amsterdam mencakup bagian utara Randstad, salah satu konurbasi terbesar di Eropa dengan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa.[8]
Nama kota ini berasal dari kata Amstelredamme,[9] yang merupakan asal usul kota ini, yaitu sebuah bendungan di sungai Amstel. Dulunya dihuni sebagai desa nelayan kecil pada akhir abad ke-12, Amterdam menjadi salah satu pelabuhan terpenting di dunia selama Masa Keemasan Belanda, akibat pengembangan perdagangan yang inovatif. Pada waktu itu, kota ini merupakan pusat keuangan dan permata terdepan.[10] Pada abad ke-19 dan ke-20, kota ini memperluas diri dan banyak permukiman serta kota pinggiran yang dibangun. Kanal-kanal Amsterdam (Belanda: 'Grachtengordel') abad ke-17 yang berada di jantung Amsterdam dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada Juli 2010.
Kota ini adalah ibu kota keuangan dan budaya Belanda.[11] Banyak perusahaan besar Belanda memiliki kantor pusat di sana, dan 7 dari 500 perusahaan teratas dunia, termasuk Philips dan ING, berpusat di kota ini.[12] Pada tahun 2010, Amsterdam menempati peringkat ke-13 dalam daftar kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia[13] oleh Mercer, dan sebelumnya peringkat ke-3 dalam inovasi oleh 2thinknow pada Indeks Kota Inovasi 2009.[14]
Bursa Saham Amsterdam, bursa saham tertua di dunia, terletak di pusat kota. Tempat-tempat wisata utama Amsterdam, termasuk kanal-kanal bersejarahnya, Rijksmuseum, Van Gogh Museum, Stedelijk Museum, Hermitage Amsterdam, Anne Frank House, Amsterdam Museum, distrik lampu merah, dan kedai kopi cannabisnya menarik lebih dari 3,66 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Sabtu, 17 September 2011

Juna Rorimpandey | Master Chef Juna


Juna Rorimpandey | Master Chef Juna – Juna rorimpadey atau dikenal juga dengan panggilan Master Chef Juna merupakan salah satu juri Master Chef Indonesia dan dianggap paling sering berkomentar pedas, bahkan menghardik kontestan yang ikut dalam kontes memasak yang tayang di stasiun televisi RCTI itu.
Juna Rorimpandey | Master Chef Juna
Selain mudah diingat karena sering jutek bahkan Sok cool dan galak. Juna Rorimpandey atau Master Chef Juna juga mudah diingat oleh para pemirsa RCTI, sebab pria berumur 35 tahun ini memiliki wajah tampan seperti halnya tampang seorang vokalis band atau model.
Meski galak dari sisi luarnya. Namun bila menelisik lebih jauh tentang sosok Juna Rorimpandey, maka kita akan lebih tau, bahwa pria yang hampir selama 14 tahun tinggal di Amerika serikat ini bukan hanya sekedar sosok tukang galak. Ia merupakan sosok mampuni untuk bergelar cheaf master dan untuk menduduki tampuk penting di sebuah acara yang sudah membetot pecinta masak-memasik tersebut.
“Saya sudah bekerja selama belasan tahun sebagai chef di Amerika dan 4-5 tahun terakhir bekerja sebagai chef untuk berbagai restoran di Amerika”. Ungkap Chef Juna seperti yang dikutip dari situs tabloidbintang.com.
“Saya tidak melamar, tapi ditawari. Bahkan saya dijemput dari Amerika,” terang Juna.
Terdengar tinggi hati? Sama sekali tidak, Juna hanya menjawab apa yang kami tanyakan dengan apa adanya dan ceplas-ceplos.
“Saya memang keras. Kalau memang saatnya ngomongin pekerjaan, saya keras. Dan saya pun dilatih jauh lebih keras, bisa 20 kali lipat. Tapi yang saya mau bilang, apa yang kalian lihat di TV, kata-kata itu memang keras lahir dari saya, bukan rekayasa atau sebagainya. Tapi ini adalah acara TV, di situ ada editing, ada cut, dan pilihan-pilihan. Jadi yang lebih dikeluarkan kata-kata yang lebih nendang,” kata Juna, seakan menjawab reaksi dan pertanyaan orang yang ditujukan kepadanya.
“Masalah rekayasa, apakah saya dibentuk jadi penjahatnya, sama sekali enggak. Tapi itu risikonya, apakah masyarakat Indonesia tidak suka atau apa. Kalau mereka tahu dunia restoran yang professional, memang sangat keras,” lanjut Juna.
Bagi anda yang penasaran dengan sosok Juna Rorimpandey, maka berikut sekilas Biodata Chef Juna yang diperoleh blog berita terkini dari berbagai sumber situs internet:
Biodata Juna Rorimpandey:
Nama: Juna Rorimpandey
TTL: Manado, 20 Juli 1975

Diego Maradona

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Diego Maradona pada tahun 1986.
Diego Armando Maradona (lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960; umur 50 tahun) adalah mantan pesepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pesepakbola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Franz Beckenbauer

Daftar isi

[sunting] Kelahiran

Maradona lahir dalam kemiskinan pada tanggal 30 Oktober 1960 di Lanús tetapi menghabiskan masa kecilnya di Villa Fiorito. Dia adalah anak ke 4 dari 6 bersaudara.

[sunting] Karier

Diego Maradona, 1981
Pada usia 10 tahun bakat sepakbolanya ditemukan oleh pemandu bakat klub Agentinos Juniors. 2 tahun kemudian dia menjadi maskot klub tersebut bernama Los Cebollitas (Bawang Kecil), yang mana dia bertugas untuk menghibur penonton dengan skill sepakbolanya saat jeda pertandingan pada kompetisi divisi utama Argentina. rgentinos Juniors. Bakatnya tercium sampai ke Inggris dimana klub Sheffield United mencoba mentransfernya seharga 180.000 poundsterling. Proposal itu kemudian ditolak oleh Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling dimana ia menjadi juara liga untuk pertama kalinya.

[sunting] FC Barcelona

Setelah Piala Dunia 1982, ia kemudian ditransfer ke FC Barcelona dengan harga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia pada saat itu. Disana bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan FC Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao. Kariernya di FC Barcelona mengalami beberapa kendala, pertama adalah ketika Maradona divonis mengidap penyakit hepatitis, kemudian cedera engkel yang parah akibat tekel keras oleh pemain Athletic de Bilbao, Andoni Goikoetxea dimana hampir mengakhiri kariernya dalam dunia sepakbola. Selain itu dia juga kerap bersitegang dengan Presidan klub Josep Lluís Núñez.

[sunting] Napoli

Maradona lalu ditransfer ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan mencapai puncak kariernya dalam sepakbola dimana ia membawa tim tersebut menjadi juara Seri A untuk pertama kalinya dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990). Dan menjadi runner up Seri A pada tahun 1987/88 dan 1988/89. Selain itu, ia juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA. Maradona juga menjadi pencetak gol terbanyak dalam Liga Italia Seri A dengan 15 gol. Maradona juga meraih penghargaan Guerin d'Oro sebagai pemain dengan rating terbaik menurut majalah Italia Guerin Sportivo. Maradona juga tampil dalam acara testimoni untuk Osvaldo Ardilles dalam pertandingan antara Tottenham Hotspurs melawan Inter Milan dimana skor akhirnya 2-1 untuk kemenangan Spurs. Dalam pertandingan itu Glenn Hoddle merelakan kaos nomor 10 miliknya untuk dipakai oleh Maradona. Namun dibalik kehebatannya tersebut, justru di Italia Maradona semakin terpuruk dalam dunia hitam. Kebiasaannya mengonsumsi kokain semakin memburuk dan berkali-kali di denda oleh kubnya karena tidak tampil dalam latihan maupun pertandingan dengan alasan stress.

[sunting] Sevilla, Newells Old Boys & Boca Juniors

Kariernya kemudian menurun setelah itu. Ia terbukti menggunakan doping pada tahun 1991[rujukan?] dan dilarang bermain sepakbola selama 15 bulan. Setelah bebas, ia melakukan comeback bersama Sevilla namun dipecat setahun kemudian. Ia lalu kembali ke Argentina dan bermain bersama Newell's Old Boys selama 5 pertandingan sebelum lagi-lagi dilarang bermain selama 15 bulan karena kembali diketahui doping saat Piala Dunia 1994 berlangsung.
Setelah sempat menjadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karier bermain bersama Boca Juniors antara tahun 1995 dan 1997, ia akhirnya pensiun pada 30 Oktober 1997.

[sunting] Karier Internasional

Maradona mengangkat trofi Piala Dunia Junior pada 1979
Maradona memulai debutnya bersama Argentina pada usia 16 tahun melawan Hongaria pada 27 Februari 1977. Pada usia 18 tahun Maradona berpartisipasi dalam Piala Dunia Junior yang diselenggarakan di Jepang, dimana Argentina sempat berhadapan dengan Indonesia dengan hasil 5-0. Maradona mencetak 2 gol bersama Ramón Díaz yang mencetak hattrick

[sunting] Piala Dunia 1982

Maradona melakukan debutnya dalam pentas Piala Dunia pada Piala Dunia 1982. Pada babak penyisihan Argentina yang adalah juara bertahan secara mengejutkan kalah 0-1 oleh Belgia,walaupun begitu Argentina berhasil melaju ke babak kedua turnamen setelah mengalahkan Hongaria 4-1 dan El Salvador 2-0. Di babak berikutnya mereka kembali mengalami kekalahan oleh Italia 1-2 dan Brazil 1-3. Maradona tampil dalam semua pertandingan di Piala Dunia dan mencetak 2 gol. Semuanya di buat dalam pertandingan melawan Hongaria.

[sunting] Piala Dunia 1986

Maradona, turns like a little eel, he comes away from trouble, little squat man... comes inside Butcher and leaves him for dead, outside Fenwick and leaves him for dead, and puts the ball away... and that is why Maradona is the greatest player in the world.
——Bryon Butler (BBC Radio)[1]
Pertunjukkan kehebatan Maradona {yang ditunjuk menjadi kapten tim} adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, di mana hampir sendirian ia mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina. Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut , Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris (Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Steve Hodge, Peter Reid, Terry Butcher) dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik. Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol yang sangat buruk. Gol tersebut tercipta melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan "tangan Tuhan". Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005. Total Maradona mencetak 5 gol dan 5 assist dan tidak pernah diganti selama pertandingan Argentina dalam Piala Dunia 1986. Sebagai bentuk penghormatan, maka didirikanlah patung Maradona ketika sedang mencetak gol di depan pintu masuk stadion Stadion Azteca.

[sunting] Piala Dunia 1990

Pada Piala Dunia berikutnya tahun 1990 di Italia, Maradona kembali mengkapteni Argentina. Namun penampilan Maradona kurang maksimal dikarenakan cedera lutut sebelum turnamen dimulai. Argentina memulai perjalanannya dalam turnamen ini dengan kurang meyakinkan, hampir tersisih dalam babak awal dan hanya menempati peringkat 3 dalam grup B. Argentina kemudian bertemu musuh bebuyutannya Brasil. Ketika diramalkan akan menderita kekalahan, Maradona tampil sebagai pahlawan dengan mengirimkan umpan untuk diselesaikan oleh Claudio Caniggia. Argentina pun menang 1-0 atas Brasil. Babak selanjutnya Argentina bertemu dengan Yugoslavia dimana pertandingan diselesaikan lewat adu pinalti. Maradona adalah salah satu penendang pinalti yang gagal. Semifinal melawan Italia juga diselesaikan lewat adu pinalti setelah skor 1-1 selama 2x45 menit. Kali ini Maradona berhasil menyarangkan pinalti setelah dengan berani menendang bola pada arah yang sama ketika ia gagal ketika melawan Yugoslavia. Pada pertandingan final sudah menunggu Jerman Barat yang kemudian berhasil mengalahkan Argentina 1-0 lewat pinalti yang dicetak oleh Andreas Brehme pada menit ke-85, setelah terjadi pelanggaran kepada penyerang Jerman Barat, Rudi Völler.

[sunting] Piala Dunia 1994

Maradona tampil lagi sebagai kapten untuk Argentina namun hanya tampil sebanyak 2 kali dan mencetak 1 gol ketika melawan Yunani. Ia kemudian tertangkap menggunakan doping, dan dilarang berpartisipasi dalam turnamen. Maradona kemudian menyangkal dirinya sengaja memakai doping dan menuduh adanya konspirasi melawan dirinya oleh Amerika Serikat.

[sunting] Pascakarier

  • Tahun 2000 Maradona meluncurkan otobiografi nya berjudul Yo Soy El Diego (Sayalah Diego) yang mana langsung menjadi best seller di Argentina. Maradona mempersembahkan sebagian royalti penjualan buku ini kepada "rakyat Kuba dan Fidel"
  • Tahun 2001 organisasi sepakbola Argentina(AFA) mengusulkan kepada FIFA untuk mempensiunkan nomor punggung 10 sebagai bentuk penghormatan keada Maradona. FIFA tidak mengijinkan hal tersebut.
  • Argentinos Juniors menamai stadion mereka Stadion Maradona pada tahun 2003.
  • Pada tahun 2004, Maradona hampir meninggal dunia akibat serangan jantung karena overdosis kokain. Setelah keluar dari rumah sakit, ia melakukan operasi perut pada Maret 2005 untuk mengurangi beratnya. Pada Agustus 2005, ia memulai karier baru sebagai pemandu acara talk show La Noche del 10 (Acara malam si no. 10).
  • Pada 2008, Maradona secara mengejutkan terpilih menjadi pelatih kepala Argentina. Pada debutnya sebagai pelatih baru tim Tango, Maradona berhasil membawa timnya menumbangkan Skotlandia 1 - 0 di Glasgow. Skotlandia. Maradona juga menunjuk Javier Mascherano, gelandang Barcelona sebagai kapten baru timnas. Dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Maradona mengantarkan Argentina melaju sampai babak perempat final dimana Argentina dikalahkan oleh Jerman dengan skor telak 4-0. Maradona kemudian dipecat pada bulan Juli 2010.

[sunting] Gaya Bermain

Maradona tampil untuk Argentinos Juniors pada 1980
Maradona memiliki fisik yang kekar dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Keahliannya yang tinggi dalam menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya. Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Ia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.

Jumat, 16 September 2011

Pulau Bunaken

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pulau Bunaken
Taman laut Bunaken dilihat dari dalam perahu katamaran
Taman laut Bunaken dilihat dari dalam perahu katamaran
Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.Indriyani A. Rachman 13:42, 27 April 2010 (UTC)
final destination 5
l Destination 5

Poster film Final Destination 5
Sutradara Steven Quale
Produser Craig Perry
Penulis Eric Heisserer
Pemeran Nicholas D'Agosto
Emma Bell
Tony Todd
Courtney B. Vance
Miles Fisher
David Koechner
Musik oleh Brian Tyler
Sinematografi Brian Pearson
Penyunting Greg Baxter
Distributor New Line Cinema
Tanggal rilis 26 Agustus 2011 [1]
Negara Amerika Serikat
Bahasa Bahasa Inggris
Prekuel The Final Destination
Final Destination 5 adalah film horor 3D yang disutradarai oleh Steven Quale. Final Destination 5 merupakan bagian dari serial Final Destination. Film ini dibintangi oleh Nicholas D'Agosto dan Emma Bell.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sinopsis

Film ini dimulai 11 tahun setelah kecelakaan penerbangan 180. Adalah Sam Lawton (Nicholas D'Agosto) bersama kekasihnya Molly Harper (Emma Bell), dan beberapa penumpang lainnya menaiki bus interline city, RollandCoach Lines dalam acara retreat menuju Vancouver-British Island. Sam mendapatkan penglihatan bahwa sebuah jembatan yang akan ia lewati akan runtuh, selama dalam perjalanan beberapa pertanda juga sudah terbaca dan dirasakan oleh Sam, namun karena Sam tidak mau merusak acara liburannya, dia akhirnya memilih diam dan mengontrol dirinya agar tidak menjadi terlihat bodoh di depan teman-temannya.
Namun apa yang dirasakan oleh Sam benar terjadi. Perasaan buruk yang dialami oleh Sam terbukti saat bus yang mereka tumpangi melewati jembatan gantung Lions Gate. Jembatan yang masih dalam perbaikan dan pengaspalan itu mulai retak saat seorang pekerja membongkar lapisan aspal sehingga retakan tersebut mengakibatkan jembatan tidak kuat menahan beban mobil yang melintasinya dan membuat baut penahan kabel baja jembatan tersebut perlahan-lahan longgar dan lepas. Saat kejadian, Bus yang ditumpangi Sam dan mobil-mobil lainnya sedang berada diatas jembatan, tanpa disadari salah satu rangka jembatan mulai bengkok dan patah menembus bagian jembatan hingga menggulingkan mobil yang berada tepat dibawah rangka baja tersebut.
Setelah kejadian mengerikan itu, beberapa korban mulai berjatuhan. Saat seluruh pengendara mulai sadar dan panik karena jembatan mulai goyang dan rapuh, keadaan semakin buruk. Semua keluar dari mobil masing-masing dan berlarian menyelamatkan diri namun sayang, hal ini terlambat karena jembatan mulai runtuh sebelum semua pengendara berhasil menyelamatkan diri. Seorang penumpang, Candice Hooper (Ellen Wroe) yang hendaknya akan menyelamatkan diri harus menerima kenyataan dirinya mati mengenaskan saat sebuah dirinya jatuh ke bawah jembatan dan tertusuk tiang besi perahu layar dibawahnya.
Belum lagi saat seorang lelaki, Isaac (P.J. Byrne) yang saat itu sedang berada didalam toilet bis tidak sempat keluar sehingga harus terjun bebas bersama bis yang ia tumpangi. Melihat banyak orang yang terbunuh, seorang gadis bernama Olivia Castle (Jacqueline MacIness Wood) langsung berlari mejauh dari retakan dan meminta bantuan Sam untuk menyebrang ke sisi lain jembatan melewati sebuah baja yang patah, namun naas, baja yang berguna untuk menyangga jembatan malah terlepas sehingga Olivia harus jatuh kedalam laut. Saat itu pula sebuah mobil jatuh dari atas jembatan menimpa dirinya.
Dari situ, keadaan makin parah. Seorang pria, Dennis (David Koechner) yang sedang berlari ke sisi lain jembatan, jatuh terguling namun dapat bertahan karena memegang beton yang lepas, sialnya, sebuah tangki aspal panas tiba-tiba tumpah sehingga menyiram dirinya sampai mati. Seperti tidak cukup korban, kematian 'pun mengejar seorang pria bernama Nathan (Arlen Escaperta). Dirinya meninggal saat sebuah kabel baja berayun menghantam kepalanya. Seluruh jembatan mulai goyang, seorang pria Peter Friedkin (Miles Fisher) yang 'sempat' selamat juga akhirnya mati mengenaskan saat dirinya tertusuk beberapa batang beton yang terlempar dari atas truk yang anjlok. Sam yang saat itu sedang berusaha untuk menyelamatkan diri setelah keluar dari mobil ternyata bernasib sama dengan korban-korban lainnya. Dia meninggal setelah papan gerigi besi yang jatuh dari truk membelah tubuhnya. Molly adalah satu-satunya orang yang selamat dari kejadian itu.

[sunting] Tokoh dan karakter